Angkat Besi: Buat Rekor Dunia, Cantika Diminta Jangan Lupa Diri

June 13, 2019

News, Jakarta - Pengurus angkat besi Indonesia mengapresiasi pencapaian yang dilakukan dua atlet junior, Cantika Aisah Windy dan Muhammad Faathir, di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja 2019. Keduanya berhasil membawa pulang medali perak sekaligus memecahkan rekor dunia.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Alamsyah Wijaya meminta kedua atlet tidak larut dalam euforia. Sebab keberhasilan membuat rekor dunia tak menjamin bisa merebut gelar juara.
Ia berharap kedua atlet tidak cepat puas dengan pencapaian di kejuaraan dunia yang berjalan di Fiji awal Juni ini. "Harus disikapi dengan bijaksana," ucap Alamsyah di Mess Kwini, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

Di sisi lain, baik Cantika dan Faathir, kemampuannya masih bisa ditingkatkan. Tim pelatih angkat besi, ucap Alamsyah, tidak akan memaksa para atlet junior untuk meraih prestasi di level dunia. Pengurus pun harus bisa menahan ambisi juara. "Kalau tumbuh terlalu cepat bisa mati karirnya. Kami akan maintenance," kata dia.

Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja, Cantika meraih tiga medali perak saat turun di kelas 49 kg putri. Ia berhasil melakukan angkatan clean and jerk 98 kg, snatch 81 kg, dan angkatan total 179 kg. Dengan hasil itu Cantika juga mempertajam rekor dunia atas namanya sendiri di angkatan clean and jerk dari semula 97 kg menjadi 98 kg.

Sedangkan Faathir yang tampil di kelas 61 kg berhasil melakukan angkatan clean and jerk seberat 149 kg, snatch 112 kg, dengan total angkatan 261 kg. Ia berhasil membawa pulang medali perak pada angkatan clean and jerk sekaligus memecahkan rekor dunia atas nama atlet angkat besi Turki, Dogen Donan dengan angkatan 148 kg.


Related Articles